Tanggal 19-20 Oktober 2013 melalui perkemahan sabtu-minggu, dimulainya pendidikan anggota Saka Wana Bakti Kwartir Ranting Sekatak Kwarcab Bulungan yang diikuti sebanyak 31 orang anggota baru dan selanjutnya akan mengikuti latihan rutin setiap bulannya hingga dua belas bulan ke depan dengan pilihan Krida; Tata Wana, Bina Wana dan Reksa Wana. Belajar, bermain dan riang gembira sekaligus peningkatan ketrampilan di bidang; pengukuran, pembibitan/pengenalan jenis dan teknik monitoring satwa
Tampilkan postingan dengan label pojok pramuka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pojok pramuka. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 09 November 2013
Selasa, 04 Juni 2013
KEGIATAN PRAMUKA SMA PINGGIRAN
Gerakan Pramuka di
Indonesia yang dahulu di zaman perjuangan kemerdekaan dikenal sebagai Gerakan
Kepanduan pernah dicatat dalam lembaran sejarah perjuangan bangsa ini sebagai
bagian komponen bangsa yang turut andil berjuang pada periode awal berdirinya
bangsa ini. Demikian pula pada periode
sebelum ini, dimana hingga tahun 90-an, kegiatan pramuka di berbagai sekolah dan
atau generasi muda pada umumnya juga sangat terlihat berperan menonjol sebagai
satu diantara wadah pembinaan karakter generasi penerus bangsa. Diakui ataupun tidak, bahwa pola asuh dan
pola bimbingan yang selama ini dijalankan Gerakan Pramuka sangat mempengaruhi
keteguhan para peserta didik dalam mengarungi kesehariaannya.
Yang dimaksud
peserta didik kepramukaan adalah para peserta yang terdaptar pada Gugus Depan
dan secara rutin mengikuti pola pembinaan yang dijalankan para pembinanya, jadi
bukan siswa sekolah yang berseragam pramuka.
Karena, memang dengan adanya kewajiban penggunaan seragam pramuka
sebagai satu diantara seragam sekolah, sehingga seolah-olah, kalau sudah
menggunakan seragam maka otomatis akan memahami filosofi kehidupan anggota
pramuka. Penggunaan seragam pramuka
merupakan langkah awal memperkenalkan Gerakan Pramuka kepada para siswa/i,
namun alangkah akan lebih baik lagi, manakala ditindaklanjuti dengan mengikuti
pelatihan/pembinaan sesuai dengan kaidah-kaidah Gerakan Pramuka.
Dalam tulisan ini,
penulis ingin menyajikan sebagian kegiatan anggota Pramuka yang berada di
sebuah SMA pinggiran yang berada di Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan Provinsi pemekaran Kalimantan Utara,
dengan harapan melalui tulisan ini dapat memberikan informasi kepada para pihak
serta sangat diharapkan dapat memberikan motivasi bagi seluruh siswa/i yang
kebetulan tempat belajarnya berada jauh dari pusat keramaian.
Sesuai dengan
tingkatan usia, maka sebagai anggota Pramuka tingkat Penegak, tentulah
mempunyai ciri khas kegiatan yang akan berbeda dengan kegiatan bagi para
penggalang apalagi siaga. Dalam hal ini,
langkah H.Zulkifli, SPd. selaku
Kepala SMA Sekatak yang juga merupakan Ketua Kwartir Ranting Sekatak adalah
tepat dengan membentuk Satuan Karya sebagai wadah menghimpun kegiatan para anggota
penegak binaannya.
Melalui pembahasan
guna persiapannya pada bulan Maret 2012 lalu, maka bergulirlah kegiatan Saka
Wana Bakti bagi anggota penegak yang berasal dari SMA Negeri Sekatak dan
pendidikan selama setahun bagi anggota angkatan I telah berakhir melalui
Persami dan penyerahan sertifikat ketrampilan pada tanggal 1-2 Juni 2013. Sehingga sudah selayaknya para alumni
angkatan I ini berterimakasih kepada para pembinanya yang terdiri dari; Hara
Dorianus Sinambela, SPd, Deny Mareta Pujatmiko, SPd, Titin Takke Rannu, SPd dan
Hemy Waryati, AMd, yang dengan tekun dan
ikhlas mendampingi mereka selama pembinaan.
Dengan demikian,
walau berada dan sekolah di sebuah SMA pinggiran namun tidak kehilangan
kesempatan untuk tetap berkreasi dan mengembangkan ketrampilan. Dimana
selama mengikuti 12 x pelatihan berupa teori dan praktek langsung di
lapang, para anggota penegak ini dibagi menjadi (3) kelompok minat ketrampilan,
yaitu; pengukuran dan perpetaan; persemaian dan penanaman serta teknik
monitoring satwa. Peserta didik yang
mengikuti kelompok minat pengukuran dan perpetaan diharapkan dapat menguasai
teknik-teknik pengukuran tingkat dasar, sedangkan yang mengikuti kelompok minat
persemaian dan penanaman sudah jelas mempelajari bagaimana membuat bibit dan
tanaman yang sehat. Satu kelompok minat
lagi yang barangkali terasa asing adalah ketrampilan teknik monitoring satwa,
ketrampilan ini dikembangkan dengan pertimbangan bahwa pada saat sekarang ke
depan komitmen atas pelestarian alam semakin mengemuka dan banyak jenis usaha
yang seharusnya memiliki kegiatan monitoring satwa, namun tenaga lapang untuk
ini masih sangat terbatas.
Satuan Karya
merupakan kolaborasi kegiatan Gerakan Pramuka dengan stakeholders lainnya dalam
bidang-bidang ketrampilan tertentu yang diharapkan dapat turut serta melengkapi
kesiapan dan kemandirian para anggotanya.
Jadi kegiatan anggota Pramuka melalui Satuan Karya dapat dijalankan
dengan mengacu pada kaidah-kaidah kepramukaan dengan tambahan materi yang
spesifik, sehingga ilmunya didapat tanpa kehilangan rasa riang gembira sebagai
suatu ciri khas kegiatan anggota Pramuka.
Bagi unit manajemen
yang bergerak di bidang sumber daya alam di sekitar Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung, baik itu
pengelolaan hutan alam, hutan tanaman, perkebunan sawit ataupun pertambangan
batubara kiranya dapat menyerap alumni-alumni SMA Sekatak yang kebetulan tidak
melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
Diharapkan selain Ijazah kelulusan SMA, mereka yang memiliki tambahan
ketrampilan dengan bukti dimilikinya sertifikat ketrampilan ini dapat dengan
cepat memenuhi keperluan tenaga lapang pada berbagai unit manajemen. Sebagai contoh; bagi pengelola HPH/HTI yang
pada saat ini mengacu pada PHPL, maka terdapat kewajiban melaksanakan monitoring
satwa, demikian pula perkebunan sawit dengan ketentuan RSPO nya, juga indikasi
keberhasilan reklamasi dan pengelolaan lingkungan tambang batubara dapat
dilihat melalui monitoring satwa. Untuk
ini, sebuah SMA di pinggiran Bulungan telah memiliki alumni yang siap mengemban
ketrampilan dimaksud.
Minggu, 03 Maret 2013
Pramuka VS Pembinaan Generasi Muda
Pramuka VS Pembinaan Generasi
Muda
Peran gerakan praja
muda karana dalam turut serta membina dan membangun generasi muda Indonesia
pernah cukup lama menonjol kiprahnya dan diakui oleh banyak pihak di Indonesia
bahkan dunia. Namun seiring dengan peralihan
tata pemerintahan di era tahun 2000 an nampaknya peran yang tadinya menonjol
perlahan tapi pasti merosot dan gerakan Pramuka tidak menjadi daya tarik
tersendiri bagi kalangan pelajar dalam mengisi kegiatan ekstrakurikulernya.
Syukurlah dalam dua
tahun terakhir ini, ditengah kompleksitas perilaku remaja Indonesia, pemerintah
mulai menggiatkan kembali peran Gerakan Pramuka sebagai satu diantara kegiatan
ekstrakurikuler pelajar Indonesia.
Gerakan Pramuka yang telah teruji perjalannya dan telah memiliki jenjang
tahapan pembinaan yang terstruktur dengan rapi, baik untuk tahapan kegiatan
para anggota maupun tahapan kegiatan/pelatihan bagi para pembinanya.
Mari galang
kesiagaan para pelajar Indonesia melalui kegiatan dan pembinaan wadah gerakan
Pramuka sebelum lepas mandiri sebagai seorang penegak dan pandega. Melalui Gerakan Pramuka, secara bertahap dan
berkesinambungan melatih para anggotanya untuk belajar lebih disiplin dan
motivasi dalam berjuang meraih cita-cita sebagai individu ataupun sebagai
bagian warga bangsa.
Demikian pula,
dipupuk rasa sebagai keluarga satu warga bangsa dalam memandang kedaulatan dan
keutuhan nusantara tanpa memandang perbedaan suku, agama dan daerah asal.
Gerakan
Pramuka……nyiur tetap melambai……tahan dan kokoh terhadap dorongan hembusan angin
serta tetap memberikan manfaat bagi segenap warga bangsa.
Senin, 25 Februari 2013
Janji Pramuka
Janji
Pramuka
Janji pramuka siaga dinamakan “Dwisatya” yaitu;
Demi kehormatanku, aku berjanji akan
bersungguh-sungguh:
o
Menjalankan kewajibanku terhadap
Tuhan, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.
o
Setiap hari berbuat kebaikan.
Sedangkan Kode Ketentuan moral Pramuka Siaga
dinamakan “Dwidarma” yaitu;
1.
Siaga itu patuh pada ayah dan
ibundanya.
2.
Siaga itu berani dan tidak putus
asa.
Janji Pramuka Penggalang dan Penegak dinamakan “Satya Pramuka” yaitu :
Demi
kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku
terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan republic Indonesia,
mengamalkan Pancasila, menolong sesame hidup, ikut serta membangun masyarakat,
serta menepati darma Pramuka.
Sedangkan Darma Pramuka yaitu :
2. Cinta alam dan kasih saying sesame manusia.
3. Patriot yang sopan dan ksatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah.
5. Rela menolong dan tabah.
6. Rajin, trampil dan gembira.
7. Hemat, cermat dan bersahaja.
8. Disiplin, berani dan setia
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
Pramuka
di Indonesia
Gerakan kepanduan
di Indonesia diperkenalkan oleh pemerintah Belanda dengan nama NIPV (Ntherland
Indische Padvinder Vereeniging) yang kemudian padvinder diganti menjadi Pandu
oleh KH. Agus Salim yang kemudian dinobatkan sebagai Bapak Pandu Indonesia.
Menjelang tahun
1961 terdapat sekitar 100 gerakan kepanduan di Indonesia yang terhimpun kedalam
3 federasi Ikatan Pandu Indonesia; Persatuan Pandu Putri Indonesia dan
Perserikatan Kepanduan Putri Indonesia kemudian ketiga federasi tsb meleburkan
diri kedalam Persatuan Kepanduan
Indonesia.
Pada tanggal 14
Agustus 1961 semua pandu di Indonesia melebur diri menjadi Gerakan Pramuka,
dimana setiap tgl 14 Agustus diperingati sebagai HUT Gerakan Pramuka.
Tanggal 1 Juni
1974, Bapak Sri Sultan Hamengkubuwono IX selaku Ketua Kwarnas mendapat tanda
kehormatan Perunggu (Brenze Wolf Award)
dari Komite Kepanduan Sedunia di Jenewa Swiss.
Pada tahun 1974
pula Bapak Soeharto diangkat sebagai Pelindung Gerakan Kepanduan Sedunia (Patron of World Scout) oleh Komite
Kepanduan Sedunia.
Kemudian dikenal
pula sebagai Bapak Pramuka Indonesia
adalah bapak Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Langganan:
Postingan (Atom)



